Bukanlah Dendam, Ben Arfa Ungkap Sebab Tertawai Emery

Gelandang Stade Rennes, Hatem Ben Arfa, menyebutkan argumennya menertawai pelatih Arsenal, Unai Emery.

Rennes menghadapi tim yang dijuluki Meriam London di leg perdana fase 16-Besar Liga Europa di Stadion Roazhon Park, Kamis (7/3). Tuan rumah memperoleh modal optimal buat melaju ke perempat-final berkat kemenangan 3-1.

Arsenal memimpin terlebih dahulu lewat goal Alex Iwobi kala pertandingan baru saja berlangsung 3 menit. Petaka hadir untuk team tamu usai Sokratis Papastathopoulos memperoleh kartu kuning ke 2 saat laga sudah berjalan hingga menit ke-41.

Keunggulan jumlah pemain digunakan dengan optimal oleh Rennes. Armada Julien Stephan menyarangkan tiga gol balas, tiap-tiap melalui Benjamin Bourigeaud (42′), bunuh diri Nacho Monreal (65′) serta Ismaila Sarr (88′).

Di pertandingan itu, Ben Arfa banyak kali melihat Emery sambil tertawa. Pertama kali, ia dinilai senang sukses menumbangkan Emery serta anak asuhnya atas dasar dendam pribadi.

Sebelum gabung Rennes di musim panas kemarin, Ben Arfa sempat jadi anak didik Emery di Paris Saint-Germain. Bintang berumur 32 tahun ini sudah dipinggirkan dari tim Les Parisiens selama 2017-18.

Meski begitu, Ben Arfa mengklaim tak menempatkan rasa dendam pada Unai Emery. Ia tertawa karena merasa lucu dengan tingkah mantan manajernya itu di pinggir lapangan.

“Motivasi aku ialah berlaga dengan solid, memenangi laga serta meletakkan klub pada tempat yang baik buat melaju. Ini yang terdapat di dalam pikiran aku, ” kata Hatem Ben Arfa, sebagaimana dilansir Football5star dari TEAMtalk.

“Saya menyaksikan Unai Emery yang sama, gelisah sebagaimana lazimnya. Aku beberapa kali menyaksikan dirinya serta membuat aku sedikit tertawa. Ia tak berubah, ” katanya.

“Saya berbicara pada sejumlah rekan sebelum laga buat memprediksi jika kami bakal unggul 3-1 ataupun 4-1. Kami tidak berhasil menyarangkan goal ke 4, namun prediksi aku tepat, ” tutur Hatem Ben Arfa.

Coppa Italia: Atalanta Incar Gol Tandang di Markas Fiorentina

Manajer Atalanta, Gian Piero Gasperini, menyatakan jika para pemainnya bakal berlaga maksimum demi mendapat gol tandang di kamp Fiorentina. Anggapannya, pertandingan semi-final Coppa Italia kontra Fiorentina adalah pertandingan terpenting buat Atalanta kampanye musim ini.

La Dea sukses menuju ke fase semi-final Coppa Italia usai mengalahkan juara bertahan, Juventus dalam laga perempat-final. Pada Kamis (27/2) dinihari, mereka bakal bertandang menuju Stadio Artemio Franchi untuk menjalani pertandingan leg perdana semi-final Coppa Italia kontra skuat underdog lain, Fiorentina.

“Pertandingan mendatang kemungkinan bakal jadi yang terpenting buat kami kampanye musim ini. Publik Italia tentu bakal memendam harapan yang lumayan tinggi pada kami lantaran kesuksesan menyingkirkan Juventus pada fase perempat-final, ” tutur Gian Piero Gasperini dilansir dari Football Italia.

“Saya percaya pertandingan yang akan datang bakal berlangsung dengan sengit. Karena Fiorentina sekarang memperlihatkan performa yang amat eksplosif. Lebih lanjut, mereka jua punya para pemain muda berkualitas dan sukses merekrut pemain utama pada bursa transfer Januari. ”

“Mereka jua punya ambisi buat menuju ke Eropa yang serupa besarnya dengan punya kami. Pertandingan nanti belum jadi jaminan kami bakal menuju ke fase laga pamungkas. Namun, kami mencari gol tandang supaya dapat berlaga setingkat lebih lepas di pertandingan leg ke 2, ” tutur Gian Piero Gasperini.

Bos Liverpool Tegaskan Lovren Belum Bisa Main Lawan Bayern

Manajer Liverpool, Jurgen Klopp, menyatakan bahwa skuatnya tidak bakal dibela Dejan Lovren kala melawan Bayern Munich pada leg perdana babak 16 besar Liga Champions pada pertengahan pekan mendatang.

Lovren dihantam cedera hamstring kala melawan Wolverhampton Wanderers di Piala FA Januarikemarin. Dia diperkirakan baru dapat balik lagi merumput di Maret nanti.

Sekarang pemain bertahan dari Kroasia itu tidak gabung bersama teman-temannya di dalam pelatihan. “Dia tak di sini buat alasan yang ideal lantaran ia tak bareng rekan lain buat melakoni pelatihan rutin. Team saya bakal balik lagi Jumat dan ia bakal balik lagi ke Melwood. Kemudian kita bakal saksikan bersama apakah yang akan terjadi, ” tutur Klopp.

“Tentu saja team saya wajib mempersiapkan skuat dengan cara lain. Apabila Dejan memberikan tanda baik di hari senin, maka kita bakal putuskan kembali. Namun sekarang team saya mempersiapkan laga yang akan datang tanpa melibatkannya. Jadi kami mesti mendapatkan jalan keluar lainnya, ” lanjutnya.

Kondisi tim yang dijuluki The Reds itu makin sukar menyambut pertandingan kontra Bayern Munich mendatang. Sebab benteng kuat mereka lain, Virgil van Dijk, juga tidak dapat dimainkan lantaran akumulasi kartu.

Praktis pemain bertahan tengah Liverpool tinggal menyisakan Joel Matip saja. Mengetahui situasi seperti itu bukanlah tak mungkin juru tak-tik dari Jerman ini bakal memaksakan Fabinho berlaga menjadi pemain bertahan sedang bareng Matip.

Meski Kalah dari Thailand, Bepe Desak Publik Tetap Dukung Indonesia

Legenda Sepakbola Indonesia, Bambang Pamungkas, mendesak publik masih mendukung perjuangan Tim nasional Indonesia pada turnamen Piala AFF 2018 meski baru saja kalah 2-4 melalui Thailand, hari Sabtu (17/11).

Sebagaimana yang diketahui, timnas Indonesia diharuskan tunduk oleh timnas Thailand di Rajamangala Stadium, Bangkok. Sempat memimpin lewat Zulfiandi, anak didik Bima Sakti tidak bisa menahan serangan musuh. Hasilnya 4 goal langsung bersarang menuju gawang Awan Setho. Sedangkan Kesebelasan Garuda cuma bisa menyarangkan 1 goal tambahan lewat Fahcruddin Aryanto pada penghujung laga.

Pasca pertandingan, banyak kecaman yang berdatangan buat tim nasional, khususnya melalui media sosial. Malahan banyak juga yang tak mau memberi suport buat perjuangan Evan Dimas dkk kala melawan Filipina di pertandingan ke 4. Sikap ini juga yang disayangkan bintang yang akrab disapa Bepe itu.

“Kecewa dengan pencapaian dan mengkritik timnas ini amat wajar. Namun meninggalkan dengan tak lagi memberikan suport untuk mereka merupakan tindakan yang amat tidak bijaksana. Apapun mereka, mereka berupaya bakal kita semua, Indonesia,” tulis Bepe di halaman Twitter pribadinya.

Apa yang dibilang bintang yang masih membela Persija Jakarta itu cukup tepat. Di dalam kondisi seperti itulah Indonesia perlu suport maksimal dari seluruh masyarakat supaya dapat lolos melalui lubang jarum.

Tim Garuda masih punya kesempatan melaju ke semi-final. Tapi, syaratnya bisa dikatakan lumayan sulit. Di samping harus unggul melawan Filipina, mereka pun mesti menanti hasil laga Filipina dan Singapura kala melawan Thailand.

Krisis Lini Depan, Madrid Incar Ibrakadabra

Real Madrid dilanda krisis hasil yang diakibatkan tumpulnya lini penyerangan. Untuk mengatasi hal itu, El Real berpotensi bikin sensasi dengan mendatangkan ujung tombak gaek LA Galaxy, Zlatan Ibrahimovic.

Real Madrid terpuruk pada tempat ke 7 klasemen sedangkan Liga Spanyol sampai weekend ke 9. Nama Ibrahimovic mencuat seiring krisis yang turut melanda sektor serang Real Madrid.

Karim Benzema, Gareth Bale, Mariano Diaz, serta Vinicius Junior hanya mencetak perpaduan tujuh goal di dalam sembilan weekend.

El Real perlu genjotan produktivitas serta inilah yang membikin keduanya dikatakan berpotensi mendaratkan Zlatan Ibrahimovic di musim transfer pemain pada Januari nanti.

Walau telah 37 musim, Ibra tengah unjuk kegarangan bareng LA Galaxy.

Striker Swedia ini mencetak 22 goal di dalam 26 pertandingan MLS ataupun Liga Kunci Amerika Serikat serta Kanada kampanye musim itu. Tingkat kegarangan ini unggul jauh melalui rapor penyerang-penyerang Real Madrid.

Dilansir BolaSport. com melalui Sportmediaset, berdiri mungkin Real Madrid menggaet Ibrahimovic menjadi jalan keluar jangka pendek sepanjang 6 bulan.

Pamor menjadi bintang FC Barcelona di kampanye musim 2009-2010 bukanlah soal untuk sang pemain.

Zlatan Ibrahimovic sudah membela 3 tim musuh bebuyutan pada Italia: Juventus (2004-2006), Inter Milan (2006-2009), serta AC Milan (2010-2012).

Lolos 8 Besar, Semen Padang Coret Mantan Punggawa Persija dan Persib

Peserta Liga dua 2018, Semen Padang coret eks andalan Persija Jakarta serta Persib Bandung dari tim. Bintang itu yaitu Rachmat Affandi, striker Semen Padang yang sempat membela Persija serta Persib.

Rachmat Affandi sempat jadi salah satu bagian Persib di 2010-2011 serta kampanye musim berikutnya memutuskan menuju Persija Jakarta. Rachmat Affandi sendiri diikat Semen Padang guna jadi juru gedor pada Liga dua semenjak Bulan Maret 2018.

Tapi kebersamaan Rachmat Affandi serta Semen Padang resmi usai di weekend ke-21 Liga dua 2018. Rachmat tidak sendiri, Semen Padang pun menyingkirkan 3 bintang lainnya di Kala berbarengan.

3 bintang lainnya yang turut tidak diikutsertakan melalui tim Semen Padang yaitu Ananias Fingkreuw, Finno Andrianas, serta Mukhti Al Haq.

Dicoretnya Rachmat Affandi serta 3 nama lainnya membikin petinggi kesebelasan beralias Kabau Sirah bergegas. Petinggi Semen Padang begitu saja mendaratkan 1 nama, yaitu leader PSPS Riau, Firman Septian.

Kedatangan Firman diharap dapat menghantarkan Semen Padang yang bakal berupaya pada fase 8 raksasa Liga dua 2018. Semen Padang melaju menuju fase 8 raksasa Liga dua 2018 menjadi jawara grup Wilayah Barat.

Bikin Catatan Spektakuler, Joachim Loew Justru Terancam Ditendang Jerman

Pertandingan UEFA Nations League vs Belanda, Pekan (14/10/2018) malam WIB pada Stadion Amsterdam Arena, merupakan laga di atas rata-rata bagi juru tak-tik tim nasional Jerman, Joachim Loew.

Pertandingan ini adalah performa ke-168 Joachim Loew menjadi manajer tim nasional Jerman semenjak mulai melatih kesebelasan pada 2006.

Bersama rekor itu, Joachim Loew mencatatkan catatan menjadi manajer bersama performa paling banyak bagi tim nasional Jerman.

Ia mengalahkan rekor Sepp Herberger (167), Helmut Schoen (139), Berti Vogts (102), serta Otto Nerz (70).

Namun begitu, raihan catatan yang harusnya membanggakan ini justru dibayang-bayangi kian kenyataannya ancaman pemecatan bagi Joachim Loew.

Tim nasional Jerman menerima kekalahan 0-3 dari Belanda di dalam laga pada Grup satu Liga A UEFA Nations League ini.

Nationalmannschaft artinya tak kunjung sembuh dari penampilan negatif di Piala Dunia 2018, di mana menjadi jawara bertahan mereka secara langsung tereliminasi pada penyisihan grup.

Sejumlah rekor negatif menyertai kehancuran Jerman melalui Belanda, yang tampak seperti mengonfirmasi jika telah saatnya Joachim Loew dilengserkan dan digantikan manajer lainnya.

Jerman kehilangan catatan tidak terkalahkan melalui Belanda yang telah bertahan sepanjang nyaris enam belas tahun.

Yang paling baru Jerman menerima kekalahan dari Belanda merupakan di dua puluh November 2002 dengan score 1-3.

Pencapaian 0-3 di Minggu malam tadi pun adalah kekalahan paling buruk Jerman dari Belanda sepanjang sejarah.

Sebelum itu tidak sekalipun Kesebelasan Panser bertekuk lutut dari Kesebelasan Oranye dengan score tertinggal 3 skor.

Mencakup tragedi pada Piala Dunia 2018, artinya di tahun ini, Jerman cuma memenangkan pertandingan tiga kali serta menerima kekalahan lima kali di dalam sepuluh laga.

“Kami berlaga baik-baik saja hingga kemasukan goal perdana, ” tutur Joachim Loew menurut dilansir Bolasport. com melalui Sky Sports.

“Setelah kemasukan, Anda dapat menyaksikan jika koleksi pencapaian baru-baru ini menjadikan kesebelasan kekurangan kepercayaan diri”.

Hamka Hamzah Kritisi Aremania yang Terus Nyanyikan Lagu Bernada Kebencian

Lagu bernada kebencian masih saja dibunyikan di partai sepak bola Indonesia, seperti di pertandingan Derbi Jawa Timur yang mempertarungkan Arema FC serta Persebaya. Sang pemimpin, Hamka Hamzah juga mengkritisi sikap Aremania yang dianggap tidak begitu terpuji itu.

Laga lanjutan matchday ke-24 Liga 1 2018 itu diselenggarakan di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang di Sabtu (6/10).

Sikap negatif Aremania menodai hasil positif Arema FC atas Persebaya Surabaya pada pertandingan Liga satu penuh gengsi itu.

Sebab, selama pertandingan berlangsung, pendukung militan Singo Edan ini kerap menyanyikan lagu-lagu bernada kebencian yang disangkakan pada keluarga raksasa skuat tamu, khususnya pada para pendukungnya, Bonek.

Hal tersebut lalu jadi sorotan publik sepak bola Indonesia.

Tidak terlepas dari ingatan apabila Wakil Ketua Umum PSSI, Joko Driyono, menyatakan bakal memerangi yel-yel yang tidak layak didengar seperti ini.

Lagu-lagu ini, disebut menjadi biang keladi serta salah satu penyebab utama maraknya anarkis serta persaingan buta di kalangan para pendukung.

Hamka Hamzah, sebagai leader tim mengakui bahwa ia prihatin dengan perbuatan para pendukungnya itu.

“Sebenarnya buat pelemparan-pelemparan aku saksikan sudah berkurang. Jika tentang lagu ya aku sendiri amat menyayangkan, namun tak simpel supaya puluhan 000 orang tak nyanyi ini, ” tutur Hamka Hamzah, kutip BolaSport. com melalui Surya Malang.

“Namun itu balik lagi menuju pribadi sendiri-sendiri. Namun tentang ini memang kita semua seharusnya bersama-sama menyuarakan perdamaian. Tak simpel memang dapat memberi arahan puluhan ribu manusia buat stop bernyanyi lagu yang tak enak didengar. Namun perlahan dapat lenyap, ” katanya.

SMS Perbarui Kontrak, MU dan Real Madrid Gigit Jari

Sergej Milinkovic-Savic menghentikan spekulasi tentang masa depannya, dengan memperbarui kesepakatan kontrak dengan Lazio sampai 2023, Senin (1/10) waktu setempat.

Sergej Milinkovic-Savic adalah target klub-klub, elite Eropa di jendela transfer pemain pada musim panas tahun ini.

Manchester United, Real Madrid, Juventus, dan AC Milan terdeteksi mempunyai keinginan untuk membawa punggawa berumur 23 tahun dari Serbia itu.

Bahkan, agennya, Mateja Kezman, mengatakan tim Liga Prancis, Paris Saint-Germain pernah memberi penawaran bayaran senilai 8 juta € per musim.

Tapi, sampai jendela transfer selesai, tidak ada satu pun dari laporan itu yang jadi realita serta Milinkovic-Savic masih berada di Lazio.

Lazio tidak hanya sukses mengamankan kemampuan Milinkovic-Savic.

Striker Ciro Immobile pun dipastikan sudah untuk memperbaharui kesepakatan kontrak.

Pencetak gol paling banyak di Serie A musim kemarin itu menandatangani kertas kesepakatan kontrak yang berisikan ikatan bekerja sama selama lima musim.

5 Sebab Ronaldo Bakal Berhasil di Juventus

Juventus sukses mendaratkan Cristiano Ronaldo di bursa transfer musim panas tahun ini dari Real Madrid. Dari laporan berita bola terbaru, Bianconeri mendatangkan leader tim nasional Portugal ini dengan banderol yang mencapai 100 juta euro.

Usai main 9 kampanye musim di Santiago Bernabeu, Ronaldo pada akhirnya mengambil keputusan meninggalkan Spanyol. Sekarang menurut livescore ia bakal secepatnya mengawali petualangan baru di Serie A.

Ronaldo mendapat tidak sedikit kejayaan sepanjang berjersey Los Blancos. Bintang berumur 33 tahun ini menyabet beberapa piala mencakup 2 piala La Liga serta 4 Liga Champions.

Usai gabung Italia, Ronaldo disebut terus bakal bisa memperoleh beberapa keberhasilan bareng Juventus. Diberitakan Sportskeeda, berikut ini 5 sebabnya.

Kualitas Beradaptasi – Ada beberapa contoh bintang baru tak dapat beradaptasi dengan lingkungan serta gaya permainan di tim barunya.

Satu dari sekian banyak contoh yang menurut berita bola paling terkenal merupakan Paul Pogba, yang tidak bisa memperlihatkan performa paling bagusnya pada kampanye musim perdananya di Manchester United. Malahan di kampanye musim keduanya di The Theatre of Dreams, ia hampir enggak stabil serta penampilannya adalah satu dari sekian banyak sebab kenapa The Red Devils tanpa gelar sepanjang kompetisi musim 2017-18.

Sementara itu, Ronaldo adalah satu dari sekian banyak pesepakbola yang tidak menderita kesulitan di dalam hal adaptasi. Ronaldo jua telah berlaga dibawah beberapa juru tak-tik yang tak sama serta selalu cemerlang bersama mereka.

Malahan dibawah Mourinho, yang tersohor sebab permainan pragmatisnya, Ronaldo malah main sangat subur. Ia menyarangkan 60 skor cuma dalam 55 performa pada kampanye musim 2011-12 untuk menghantarkan Real Madrid merebut piala La Liga dari Barcelona bimbingan Pep Guardiola.

Di dalam bertahun-tahun terbaru, Ronaldo telah tidak sedikit berevolusi dan bukan lagi winger yang lincah. Sebaliknya, dirinya menggunakan kepintarannya dengan bola secara penuh serta alhasil amat fantastis.

Walau Juventus amat lain dibandingkan dengan Real Madrid, gaya penampilan Ronaldo dapat melakukan adaptasi untuk mendapat hasil yang penuh dengan Si Nyonya Tua.

Massimiliano Allegri – Massimiliano Allegri ialah satu dari sekian banyak manajer yang lumayan pandai. Ia ada dibalik kejayaan Juventus akhir-akhir ini. Ia sukses memimpin Bianconneri berlaga di 2 laga pamungkas Liga Champions di dalam 4 tahun.

Ia merupakan satu dari sekian banyak juru tak-tik serbabisa serta telah memimpin The Old Lady memperoleh 4 scudetto beruntun walaupun wajib kehilangan beberapa pemain utama sebagaimana Arturo Vidal, Andrea Pirlo, serta Paul Pogba. Jadi, enggak tersedia alasan Allegri tak dapat mengeluarkan kualitas paling hebat Ronaldo.

Yang setingkat lebih vital lagi, dirinya bisa bertanding dengan formasi di mana Ronaldo senantiasa unggul. Pada musim kemarin, Allegri terus menggunakan formasi 4-2-3-1 serta 4-3-3 yang ideal untuk CR7.

Fleksibilitas strategi Allegri bakalan memungkinkan Ronaldo berlaga di tempat favoritnya. Ini amat bermanfaat untuk Ronaldo sendiri mau pun Juventus.

Kawan Satu tim – Juventus memiliki satu dari sekian banyak tim paling hebat di Eropa sekarang, malahan apabila Ronaldo tak ada. Bintang kayak Paulo Dybala, Gonzalo Higuain, serta Miralem Pjanic ialah satu dari sekian banyak yang paling baik di posisinya sendiri-sendiri serta ditambah dengan Mario Mandzukic, Douglas Costa serta Sami Khedira sepanjang 2-3 kampanye musim paling akhir.

Walau menurut situs prediksi bola online mengatakan lini barisan defensif telah menua, para pemain kayak Giorgio Chiellini serta Medhi Benatia tetap sukar ditembus.

Mereka bakalan didukung oleh para pemain sebagaimana Andrea Barzagli serta Daniele Rugani. Lebih lanjut, Juventus mempunyai beberapa pesepakbola yang sudah banyak jam terbang serta kehadiran Ronaldo jelas bakal menambah naluri pembunuh menuju kesebelasan itu.

Lebih lanjut, beban menyarangkan goal bakalan dibagi dengan Higuain serta Dybala. Ini bakal mengurangi tekanan pada Ronaldo yang amat terbebani dengan tugas menyarangkan goal di Santiago Bernabeu. Ini adalah nilai tambah bagi Ronaldo, yang mau mengincar kejayaan dengan The Old Lady.

Kebugaran – Di kompetisi Piala Dunia 2018 yang lalu, Ronaldo bisa jadi pesepakbola paling cepat di kompetisi dengan catatan 34km/jam walau data dari situs livescore Liga Spanyol online mencatat dia telah berumur 33 tahun.

Ronaldo terus di dalam situasi amat prima sepanjang karirnya, terlebih di Real Madrid. Dia amat memuja tubuhnya serta mengikuti diet berat untuk mempertahankan tubuhnya senantiasa bugar. Semenjak menderita cedera di laga pamungkas Euro 2016, dia cuma melewatkan 6 laga lantaran cedera.

Selanjutnya, Ronaldo telah meningkatkan gaya performa dengan lumayan bagus, kini dirinya setingkat lebih menekankan pada dribbling serta kepintarannya. Menyaksikan tingkat kebugarannya pada waktu ini, Ronaldo mampu berlaga 2-3 kampanye musim lagi di kelas paling tinggi. Dengan begitu, ia memiliki banyak waktu untuk berhasil di Juventus.

Minim Persaingan – Walau menghadapi persaingan yang berat dari Napoli musim sebelumnya, Serie A tetap masih didominasi oleh Juventus. Saat ini Ronaldo gabung dengan Juventus, Scudetto serta Coppa Italia telah nyaris pasti jadi punya mereka. Tapi, itu bakal jadi kekecewaan besar apabila Juventus tidak berhasil memperoleh piala domestik.

Terlepas dari fakta jika Serie A dapat dikatakan liga paling baik selama kampanye musim 2017/18, hal tersebut masih tidak begitu kompetitif apabila dibandingkan dengan La Liga. Karena menurut situs prediksi pertandingan bola, klub-klub dari La Liga jauh setingkat lebih bagus ketimbang Serie A. Real Madrid khususnya melawan persaingan yang berat dari Barcelona serta Atletico Madrid untuk memenangkan trofi La Liga dan Copa Del Rey.

Sepanjang 9 tahun di Santiago Bernabeu, Ronaldo cuma mampu memenangkan 2 piala La Liga dan 2 Copa Del Rey. Ia juga mesti menantang Lionel Messi, Luis Suarez serta Neymar untuk gelar individu.

Serie A tak memiliki kompetisi kayak itu, serta dengan begitu hal tersebut bakal memperbagus kesempatan Ronaldo mengangkat trofi dan gelar individu yang setingkat lebih banyak.