danau tonle sap kamboja

Yuk Saatnya Pergi ke Negara Penuh Sejarah, Kamboja

Menyebut nama Siem Reap yang ada di Kamboja, perhatian para pembaca artikel ini pasti akan langsung terarah pada situs paling historisnya yaitu Angkor Wat. Tapi tidak hanya itu, pastinya ada tidak sedikit objek wisata istimewa di sana. Ketika menyusun list perjalanan, saya menambahkan Siem Reap selaku salah satu kota yang bakal disinggahi dan kala itu yang terbesit di benak diri ialah saya harus berkunjung ke Angkor Wat yang dinyatakan oleh UNESCO sebagai satu dari banyak situs warisan budaya dunia (The World of Herritage). Saat saya tiba di Siem Reap rupanya di pusat kota ini lumayan ramai dan ada beberapa tempat unik yang layak tuk dikunjungi. Kira-kira yang saya ingat, ada beberapa tempat yang saya kunjungi dan akan saya bagikan kepada anda dibawah ini.

  1. Old Market/Phsar Chas. Layaknya pasar tradisional di area ini dijual beragam macam jenis sayur, buah, ikan, bumbu dapur seperti bawang, kencur, jahe, dan ada daging. Tidak hanya itu di tempat ini pun dapat ditemui sejumlah lapak penjual buah tangan dari mulai dari baju, gantungan kunci, tempelan besi di kulkas sampai krama; syal bergaya Khmer bermotif kotak-kotak. ShoppingShopping di Phsar Chas wajib mengerahkan jurus menawar harga supaya tidak boros saat shopping.
  2. Danau Tonle Sap. Danau Tonle Sap Merupakan danau air tawar yang paling besar di Asia Tenggara yang terkoneksi dengan sungai Mekongdi Vietnam. Beruntung saat saya berkunjung ke danau Tonle Sap, masih pada musim penghujan hingga air danau masih lumayan tinggi. Di danau ini pun berada beberapa bangunan terapung yang terhimpun dari rumah penduduk, sekolah juga bahkan rumah sakit. Berharap berhati-saat bila ada anak-anak warga di sana yang mengajak berfoto. Karena berfoto bersama mereka tak cuma-cuma melainkan musti membayar sejumlah dolar Amerika. Yup, di Kamboja berlaku 2 mata uang saja sebagai alat pembayaran; dolar Amerika serta Khmer Riel (mata uang Kamboja). Jelang malam tak menjadikan pusat kota Siem Reap jadi menjadi redup alias sepi melainkan semakin ramai oleh warga sekitar sana. Berjalan-jalan di hiruk pikuk sekitar Night Market (pasar malam) dan Pub Street tak terasa semisal di negara Kamboja. Di tempat itu orang-orang dari beraneka bangsa dan negara bertemu. Entah itu tuk sekedar menikmati pijat refleksi yang beredar di sepanjang jalan, makan malam maupun berbelanja. Hal ini barangkali dikarenakan banyak para pekerja internasional yang menjalankan proyek restorasi serta konservasi Angkor Wat dan sementara tinggal di sini.
  3. Night Market. Di tempat ini beberapa banyak barang yang dijual berupa pakaian serta produk oleh-oleh lainnya. Disini pun pembeli wajib menawar tuk mendapatkan harga terbaik. Mungkin di Indonesia Night Market namanya terlalu keren, sebut saja dengan pasar malem hehe. Jika di Kamboja ada satu tempat yang menjalani pasar malem, di Indonesia ada banyak tempat yang menjalaninya, karena hampir setiap daerah ada.
  4. Pub Street. Sesuai dengan sebutannya, di sepanjang jalan ini ada aneka pub, café serta restoran yang menyediakan menu internasional. Tempat-tempat istimewa diatas, disamping Angkor Wat, bisa dikunjungi dalam satu hari saja jika tidak mau menginap. Jika lelah usai berkeliling, bisa mencoba layanan pijat refleksi di pinggir jalan dengan menyiapkan sejumlah dolar Amerika sebagai alat pembayarannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.