Bikin Catatan Spektakuler, Joachim Loew Justru Terancam Ditendang Jerman

Pertandingan UEFA Nations League vs Belanda, Pekan (14/10/2018) malam WIB pada Stadion Amsterdam Arena, merupakan laga di atas rata-rata bagi juru tak-tik tim nasional Jerman, Joachim Loew.

Pertandingan ini adalah performa ke-168 Joachim Loew menjadi manajer tim nasional Jerman semenjak mulai melatih kesebelasan pada 2006.

Bersama rekor itu, Joachim Loew mencatatkan catatan menjadi manajer bersama performa paling banyak bagi tim nasional Jerman.

Ia mengalahkan rekor Sepp Herberger (167), Helmut Schoen (139), Berti Vogts (102), serta Otto Nerz (70).

Namun begitu, raihan catatan yang harusnya membanggakan ini justru dibayang-bayangi kian kenyataannya ancaman pemecatan bagi Joachim Loew.

Tim nasional Jerman menerima kekalahan 0-3 dari Belanda di dalam laga pada Grup satu Liga A UEFA Nations League ini.

Nationalmannschaft artinya tak kunjung sembuh dari penampilan negatif di Piala Dunia 2018, di mana menjadi jawara bertahan mereka secara langsung tereliminasi pada penyisihan grup.

Sejumlah rekor negatif menyertai kehancuran Jerman melalui Belanda, yang tampak seperti mengonfirmasi jika telah saatnya Joachim Loew dilengserkan dan digantikan manajer lainnya.

Jerman kehilangan catatan tidak terkalahkan melalui Belanda yang telah bertahan sepanjang nyaris enam belas tahun.

Yang paling baru Jerman menerima kekalahan dari Belanda merupakan di dua puluh November 2002 dengan score 1-3.

Pencapaian 0-3 di Minggu malam tadi pun adalah kekalahan paling buruk Jerman dari Belanda sepanjang sejarah.

Sebelum itu tidak sekalipun Kesebelasan Panser bertekuk lutut dari Kesebelasan Oranye dengan score tertinggal 3 skor.

Mencakup tragedi pada Piala Dunia 2018, artinya di tahun ini, Jerman cuma memenangkan pertandingan tiga kali serta menerima kekalahan lima kali di dalam sepuluh laga.

“Kami berlaga baik-baik saja hingga kemasukan goal perdana, ” tutur Joachim Loew menurut dilansir Bolasport. com melalui Sky Sports.

“Setelah kemasukan, Anda dapat menyaksikan jika koleksi pencapaian baru-baru ini menjadikan kesebelasan kekurangan kepercayaan diri”.

Hamka Hamzah Kritisi Aremania yang Terus Nyanyikan Lagu Bernada Kebencian

Lagu bernada kebencian masih saja dibunyikan di partai sepak bola Indonesia, seperti di pertandingan Derbi Jawa Timur yang mempertarungkan Arema FC serta Persebaya. Sang pemimpin, Hamka Hamzah juga mengkritisi sikap Aremania yang dianggap tidak begitu terpuji itu.

Laga lanjutan matchday ke-24 Liga 1 2018 itu diselenggarakan di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang di Sabtu (6/10).

Sikap negatif Aremania menodai hasil positif Arema FC atas Persebaya Surabaya pada pertandingan Liga satu penuh gengsi itu.

Sebab, selama pertandingan berlangsung, pendukung militan Singo Edan ini kerap menyanyikan lagu-lagu bernada kebencian yang disangkakan pada keluarga raksasa skuat tamu, khususnya pada para pendukungnya, Bonek.

Hal tersebut lalu jadi sorotan publik sepak bola Indonesia.

Tidak terlepas dari ingatan apabila Wakil Ketua Umum PSSI, Joko Driyono, menyatakan bakal memerangi yel-yel yang tidak layak didengar seperti ini.

Lagu-lagu ini, disebut menjadi biang keladi serta salah satu penyebab utama maraknya anarkis serta persaingan buta di kalangan para pendukung.

Hamka Hamzah, sebagai leader tim mengakui bahwa ia prihatin dengan perbuatan para pendukungnya itu.

“Sebenarnya buat pelemparan-pelemparan aku saksikan sudah berkurang. Jika tentang lagu ya aku sendiri amat menyayangkan, namun tak simpel supaya puluhan 000 orang tak nyanyi ini, ” tutur Hamka Hamzah, kutip BolaSport. com melalui Surya Malang.

“Namun itu balik lagi menuju pribadi sendiri-sendiri. Namun tentang ini memang kita semua seharusnya bersama-sama menyuarakan perdamaian. Tak simpel memang dapat memberi arahan puluhan ribu manusia buat stop bernyanyi lagu yang tak enak didengar. Namun perlahan dapat lenyap, ” katanya.

SMS Perbarui Kontrak, MU dan Real Madrid Gigit Jari

Sergej Milinkovic-Savic menghentikan spekulasi tentang masa depannya, dengan memperbarui kesepakatan kontrak dengan Lazio sampai 2023, Senin (1/10) waktu setempat.

Sergej Milinkovic-Savic adalah target klub-klub, elite Eropa di jendela transfer pemain pada musim panas tahun ini.

Manchester United, Real Madrid, Juventus, dan AC Milan terdeteksi mempunyai keinginan untuk membawa punggawa berumur 23 tahun dari Serbia itu.

Bahkan, agennya, Mateja Kezman, mengatakan tim Liga Prancis, Paris Saint-Germain pernah memberi penawaran bayaran senilai 8 juta € per musim.

Tapi, sampai jendela transfer selesai, tidak ada satu pun dari laporan itu yang jadi realita serta Milinkovic-Savic masih berada di Lazio.

Lazio tidak hanya sukses mengamankan kemampuan Milinkovic-Savic.

Striker Ciro Immobile pun dipastikan sudah untuk memperbaharui kesepakatan kontrak.

Pencetak gol paling banyak di Serie A musim kemarin itu menandatangani kertas kesepakatan kontrak yang berisikan ikatan bekerja sama selama lima musim.

5 Sebab Ronaldo Bakal Berhasil di Juventus

Juventus sukses mendaratkan Cristiano Ronaldo di bursa transfer musim panas tahun ini dari Real Madrid. Dari laporan berita bola terbaru, Bianconeri mendatangkan leader tim nasional Portugal ini dengan banderol yang mencapai 100 juta euro.

Usai main 9 kampanye musim di Santiago Bernabeu, Ronaldo pada akhirnya mengambil keputusan meninggalkan Spanyol. Sekarang menurut livescore ia bakal secepatnya mengawali petualangan baru di Serie A.

Ronaldo mendapat tidak sedikit kejayaan sepanjang berjersey Los Blancos. Bintang berumur 33 tahun ini menyabet beberapa piala mencakup 2 piala La Liga serta 4 Liga Champions.

Usai gabung Italia, Ronaldo disebut terus bakal bisa memperoleh beberapa keberhasilan bareng Juventus. Diberitakan Sportskeeda, berikut ini 5 sebabnya.

Kualitas Beradaptasi – Ada beberapa contoh bintang baru tak dapat beradaptasi dengan lingkungan serta gaya permainan di tim barunya.

Satu dari sekian banyak contoh yang menurut berita bola paling terkenal merupakan Paul Pogba, yang tidak bisa memperlihatkan performa paling bagusnya pada kampanye musim perdananya di Manchester United. Malahan di kampanye musim keduanya di The Theatre of Dreams, ia hampir enggak stabil serta penampilannya adalah satu dari sekian banyak sebab kenapa The Red Devils tanpa gelar sepanjang kompetisi musim 2017-18.

Sementara itu, Ronaldo adalah satu dari sekian banyak pesepakbola yang tidak menderita kesulitan di dalam hal adaptasi. Ronaldo jua telah berlaga dibawah beberapa juru tak-tik yang tak sama serta selalu cemerlang bersama mereka.

Malahan dibawah Mourinho, yang tersohor sebab permainan pragmatisnya, Ronaldo malah main sangat subur. Ia menyarangkan 60 skor cuma dalam 55 performa pada kampanye musim 2011-12 untuk menghantarkan Real Madrid merebut piala La Liga dari Barcelona bimbingan Pep Guardiola.

Di dalam bertahun-tahun terbaru, Ronaldo telah tidak sedikit berevolusi dan bukan lagi winger yang lincah. Sebaliknya, dirinya menggunakan kepintarannya dengan bola secara penuh serta alhasil amat fantastis.

Walau Juventus amat lain dibandingkan dengan Real Madrid, gaya penampilan Ronaldo dapat melakukan adaptasi untuk mendapat hasil yang penuh dengan Si Nyonya Tua.

Massimiliano Allegri – Massimiliano Allegri ialah satu dari sekian banyak manajer yang lumayan pandai. Ia ada dibalik kejayaan Juventus akhir-akhir ini. Ia sukses memimpin Bianconneri berlaga di 2 laga pamungkas Liga Champions di dalam 4 tahun.

Ia merupakan satu dari sekian banyak juru tak-tik serbabisa serta telah memimpin The Old Lady memperoleh 4 scudetto beruntun walaupun wajib kehilangan beberapa pemain utama sebagaimana Arturo Vidal, Andrea Pirlo, serta Paul Pogba. Jadi, enggak tersedia alasan Allegri tak dapat mengeluarkan kualitas paling hebat Ronaldo.

Yang setingkat lebih vital lagi, dirinya bisa bertanding dengan formasi di mana Ronaldo senantiasa unggul. Pada musim kemarin, Allegri terus menggunakan formasi 4-2-3-1 serta 4-3-3 yang ideal untuk CR7.

Fleksibilitas strategi Allegri bakalan memungkinkan Ronaldo berlaga di tempat favoritnya. Ini amat bermanfaat untuk Ronaldo sendiri mau pun Juventus.

Kawan Satu tim – Juventus memiliki satu dari sekian banyak tim paling hebat di Eropa sekarang, malahan apabila Ronaldo tak ada. Bintang kayak Paulo Dybala, Gonzalo Higuain, serta Miralem Pjanic ialah satu dari sekian banyak yang paling baik di posisinya sendiri-sendiri serta ditambah dengan Mario Mandzukic, Douglas Costa serta Sami Khedira sepanjang 2-3 kampanye musim paling akhir.

Walau menurut situs prediksi bola online mengatakan lini barisan defensif telah menua, para pemain kayak Giorgio Chiellini serta Medhi Benatia tetap sukar ditembus.

Mereka bakalan didukung oleh para pemain sebagaimana Andrea Barzagli serta Daniele Rugani. Lebih lanjut, Juventus mempunyai beberapa pesepakbola yang sudah banyak jam terbang serta kehadiran Ronaldo jelas bakal menambah naluri pembunuh menuju kesebelasan itu.

Lebih lanjut, beban menyarangkan goal bakalan dibagi dengan Higuain serta Dybala. Ini bakal mengurangi tekanan pada Ronaldo yang amat terbebani dengan tugas menyarangkan goal di Santiago Bernabeu. Ini adalah nilai tambah bagi Ronaldo, yang mau mengincar kejayaan dengan The Old Lady.

Kebugaran – Di kompetisi Piala Dunia 2018 yang lalu, Ronaldo bisa jadi pesepakbola paling cepat di kompetisi dengan catatan 34km/jam walau data dari situs livescore Liga Spanyol online mencatat dia telah berumur 33 tahun.

Ronaldo terus di dalam situasi amat prima sepanjang karirnya, terlebih di Real Madrid. Dia amat memuja tubuhnya serta mengikuti diet berat untuk mempertahankan tubuhnya senantiasa bugar. Semenjak menderita cedera di laga pamungkas Euro 2016, dia cuma melewatkan 6 laga lantaran cedera.

Selanjutnya, Ronaldo telah meningkatkan gaya performa dengan lumayan bagus, kini dirinya setingkat lebih menekankan pada dribbling serta kepintarannya. Menyaksikan tingkat kebugarannya pada waktu ini, Ronaldo mampu berlaga 2-3 kampanye musim lagi di kelas paling tinggi. Dengan begitu, ia memiliki banyak waktu untuk berhasil di Juventus.

Minim Persaingan – Walau menghadapi persaingan yang berat dari Napoli musim sebelumnya, Serie A tetap masih didominasi oleh Juventus. Saat ini Ronaldo gabung dengan Juventus, Scudetto serta Coppa Italia telah nyaris pasti jadi punya mereka. Tapi, itu bakal jadi kekecewaan besar apabila Juventus tidak berhasil memperoleh piala domestik.

Terlepas dari fakta jika Serie A dapat dikatakan liga paling baik selama kampanye musim 2017/18, hal tersebut masih tidak begitu kompetitif apabila dibandingkan dengan La Liga. Karena menurut situs prediksi pertandingan bola, klub-klub dari La Liga jauh setingkat lebih bagus ketimbang Serie A. Real Madrid khususnya melawan persaingan yang berat dari Barcelona serta Atletico Madrid untuk memenangkan trofi La Liga dan Copa Del Rey.

Sepanjang 9 tahun di Santiago Bernabeu, Ronaldo cuma mampu memenangkan 2 piala La Liga dan 2 Copa Del Rey. Ia juga mesti menantang Lionel Messi, Luis Suarez serta Neymar untuk gelar individu.

Serie A tak memiliki kompetisi kayak itu, serta dengan begitu hal tersebut bakal memperbagus kesempatan Ronaldo mengangkat trofi dan gelar individu yang setingkat lebih banyak.

5 Kiper Yang Susah Ditaklukan Lionel Messi

Mega bintang Barcelona Leo Messi adalah pemain terbaik yang sudah diakui oleh seluruh dunia. Dengan reputasinya sebagai bomber handal yang sudah mencetak banyak gol, jelas saja Messi sudah berhadapan dan menaklukan banyak kiper top dunia.

Meski begitu banyak juga kiper kelas dunia yang sempat membuat Messi frustasi dan susah mencetak gol ke gawang mereka. Setiap pertemuannya Messi kerap merasa kesulitan untuk informasi selengkapnya kunjungi tautan ini mengeluarkan kemampuan terbaik dan menciptakan gol ke gawangnya.

Dibawah ini adalah deretan kiper handal yang sukar ditaklukan oleh Lionel Messi sebagaimana dilansir dari Bookmarkers.

Edwin van Der Sar – Manchester United

Edwin van Der Sar namanya sangat terkenal untuk sepak bola didaratan Inggris terlebih ketika Ia membela klub Manchester United. Edwin van Der Sar pernah menghadapi pemain terbaik dunia Lionel Messi dalam beberapa kesempatan dan sukses membuat Messi kewalahan.

Puncaknya adalah saat Manchester United bertemu dangan Barcelona pada Liga Champions tahun 2008. Messi coba kunjungi tautan ini dibuat tak berkutik oleh keperkasaan van Der Sar dibawah mistar gawang Manchester United dan sukses menahan imbang Barcelona tanpa gol di Nou Camp. Pada leg keduanya lagi-lagi Messi dibuat frustasi hingga berujung dengan kekalahan tipis Barcelona 0-1 dari Manchester United hingga tidak dapat lolos.

Tetapi Lionel Messi akhirnya dapat menuntaskan dendamnya terhadap van Der Sar pada final Liga Champions setahun setelahnya dengan gelontoran 2 gol oleh Leo Messi.

Gianluigi Buffon – Juventus

Gianluigi Buffon adalah kiper yang baru-baru ini sukses ditaklukan Lionel Messi setelah sekian lama. Kiper legenda yang masih hingga kini masih merumput tersebut adalah salah satu kiper handal yang kerap menghentikan Messi untuk menciptakan gol.

Final Liga Champions tahun 2015 adalah contohnya ketika Buffon seringkali menggagalkan banyak info selengkapnya tendangan Lionel Messi walaupun akhirnya Juventus tetap saja menyerah kalah dari Barcelona dengan skor 3-1. Kiper andalan yang sebelumnya pernah bermain untuk Parma ini juga sukses membuat Messi kesulitan membuat gol dan Juventus mengalahkan Barcelona pada perempat final Champions League musim kemarin.

Akan tetapi lagi-lagi Messi berhasil membobol gawang Gianluigi Buffon di Liga Champions musim ini fase grup dengan jumlah 2 golnya.

Manuel Neuer – Bayern Munchen

Berikutnya penjaga gawang yang selalu menyulikan Messi untuk membuat gol adalah kiper asal klub Bayern Munchen yakni Manuel Neuer. Neuer pernah menggagalkan beberapa percobaan Lionel Messi dan Messi tidak berhasil mencetak gol sehingga Barcelona kalah dari Bayern Munchen untuk Champions League musim 2013/14.

Neuer dan Messi pun bertemu kembali pada Piala Dunia tahun 2014 dan kiper Jerman tersebut mampu mempertahankan rekor tidak kebobolah dari Lionel Messi sebelum akhirnya La Pulga mampu membalasnya dan disemifinal Liga Champions tahun 2015.

Leg pertama Messi sukses menaklukan Manuel Neuer dengan tembakan keras jarak jauh lalu yang kedua Messi terpilih sebagai pencetak gol terbaik Liga Champions untuk gol yang coba kunjungin dibuatnya ke gawang Manuel Neuer.

Petr Cech – Arsenal

Penjaga gawang lain yang dapat membuat Leo Messi frustasi dan kesulitan mencetak gol adalah Petr Cech, kiper berkebangsaan Republik Ceko tersebut kerap tampil luar biasa saat menghentikan Messi pada beberapa kesempatan.

Cech adalah penjaga gawang paling susah ditaklukan Messi hingga tidak menciptakan gol dalam tujuh pertemuan. Petr Cech sering berhadapan dengan Messi ketika Ia membela panji The Blues Chelsea dalam periode 2006-2012. Pada masa tersebut juga lah Cech selalu bisa membuat El Messiah puasa gol.

Mereka akhirnya dipertemukan lagi saat Cech membela The Gunners Arsenal, tetapi kali ini duel keduanya dimenangkan oleh Lionel Messi yang sukses menyarangkan sepasang gol pada babak penyisihan grup Liga Champions.

Claudio Bravo – Manchester City

Claudio Bravo muncul dengan penampilan fenomenal beberapa tahun belakangan ini. Bravo yang berpaspor Chile juga meraih banyak prestasi bersama timnas Chile dan Ia juga adalah seorang penjaga gawang yang pernah menjadi kawan dan lawan buat Lionel Messi.

Claudio Bravo pernah menjadi lawan yang sulit untuk Messi dalam beberapa tahun lalu. La Pulga butuh baca lebih lanjut waktu ekstra untuk menaklukan kiper yang pernah menjadi temah satu tim itu. Bravo juga pernah mencatatkan clean sheet dari Messi saat Chile bertemu dengan Argentina tahun 2007 dan 2008.

Bravo pada akhirnya mengakui kehebatan Leo Messi ketika gawang yang dijaganya berhasil bolong 2 kali waktu dirinya bermain berseragam Real Sociedad. Dan puncaknya adalah ketika Bravo dipercaya sebagai penjaga gawang Manchester City, Messi menorehkan hattrick ke gawang Claudio Bravo.

Walaupun begitu Bravo pernah menyulitkan peraih koleksi 5 Ballon d’Or tersebut terutama pada final Copa Amerika tahun 2016.

Prediksi Real Madrid vs Barcelona, Madrid Kalah, Barca Juara

Dua raksasa La Liga, Real Madrid dan Barcelona akan saling berhadapan di El Clasico pertama pada kompetisi musim ini. Bentrokan antara kedua tim terbesar di dunia sepak bola saat ini tersebut akan digelar di Santiago Bernabeu pada hari Sabtu (23/12) nanti di Santiago Bernabeu.

Berbicara mengenai performa kedua tim di liga pada musim ini, boleh dibilang jika Barcelona lebih bagus dari tim tuan rumah, mengingat saat ini tim asuhan Ernesto Valverde tersebut masih bertengger di puncak klasemen sementara La Liga Santander dengan torehan 42 poin, unggul 6 poin dari Valencia yang menjadi runner-up, dan sudah meninggalkan Real Madrid dengan 11 poin.

Dengan fakta bahwa Barcelona saat ini sudah unggul jauh atas Real Madrid di papan klasemen, maka kemenangan di laga ini bisa memastikan tim asuhan Ernesto Valverde tersebut memenangkan gelar juara liga di musim ini.

Performa bagus Barcelona sendiri tidak jauh dari penampilan gemilang pemain utama mereka, Lionel Messi, di liga musim ini. Peraih Ballon d’Or lima kali tersebut kembali menjadi pemain kunci di skuat Azulgrana. Hal itu ia buktikan dengan torehan golnya di liga musim ini, di mana sementara ini ia telah menjadi pencetak gol terbanyak di liga.

Sementara itu, rival berat Messi, Cristiano Ronaldo memang belum menunjukkan penampilan terbaiknya di liga. Namun begitu, pemain asal Portugal tersebut wajib diwaspadai oleh para pemain bertahan El Barca, mengingat kualitasnya di dalam lapangan masih layak diperhitungkan.

Bahkan, belum lama ini mantan pemain Manchester United tersebut telah menghantarkan Los Blancos meraih gelar Piala Dunia Antarklub dengan sebuah gol yang ia ciptakan ke gawang Gremio, dalam bentrokan di babak final yang berakhir dengan skor 1-0 dari data yang kami peroleh melalui blog livescore bola ini.

Di lain pihak, meski pada kompetisi musim ini Real Madrid bisa dikatakan memiliki pencapaian yang kalah mentereng dari Barca, tetapi bukan tidak mungkin jika tim besutan Zinedine Zidane tersebut akan mampu mengejutkan Lionel Messi Cs. menurut Sumberbola.com, hal ini dikarenakan atmosfer El Clasico sangat jauh berbeda dengan pertandingan-pertandingan lainnya.

Seperti yang sudah kita ketahui, El Clasico merupakan pertandingan sepak bola terbesar pada era ini. Dan siapa pun tim yang kalah di laga tersebut, maka para penggemar dari kesebelasan yang memenangkan pertandingan akan mengejek tim yang menelan kekalahan. Hal ini pun sudah biasa terjadi, dan sudah menjadi rahasia umum juga.

Juru tak-tik Barca, Ernesto Valverde jelas akan menurunkan skuat terbaiknya di laga ini, begitu juga dengan boss Los Blancos, Zinedine Zidane. Namun demikian, Zidane saat ini memiliki kekhawatiran besar, mengingat pemain utamanya, Cristiano Ronaldo dikabarkan kembali absen dari pelatihan Real Madrid, padahal El Clasico akan digelar beberapa hari lagi.

Barca memiliki kekuatan di atas rata-rata klub di Eropa, tapi begitu pula dengan Real Madrid. Oleh sebab itu, jelas akan sangat sulit untuk memprediksi tim mana yang akan tampil sebagai pemenang pada lagi ini. Meski Los Blancos pada laga ini memiliki keuntungan besar dengan bermain di kandang sendiri, namun hal itu jelas tidak akan memiliki pengaruh di laga ini, mengingat fakta mengatakan jika Barcelona pernah membantai Ronaldo Cs dengan skor 4-0 di Santiago Bernabeu (2015).

Jika kami diminta untuk memilih, kami akan mengatakan jika El Clasico pertama pada musim ini di La Liga akan berakhir dengan hasil imbang. Terlebih, hasil imbang tampaknya juga akan menjadi hasil yang adil bagi kedua kubu.

Prediksi Line Up Real Madrid vs Barcelona:

Real Madrid: K. Navas, D. Carvajal, Marcelo, Casemiro, R. Varane, S. Ramos, L. Modric, Isco, C. Ronaldom, K. Benzema, T. Kroos

Barcelona: M. t. Stegen, S. Roberto, J. Alba, I. Rakitic, G. Piqué, S. Umtiti, P. Alcácer, S. Busquets, L. Suárez, L. Messi, A. Iniesta

Head to Head Real Madrid vs Barcelona:
16-08-2017 Real Madrid 2 : 0 Barcelona
13-08-2017 Barcelona 1 : 3 Real Madrid
30-07-2017 Real Madrid 2 : 3 Barcelona
23-04-2017 Real Madrid 2 : 3 Barcelona
03-12-2016 Barcelona 1 : 1 Real Madrid
02-04-2016 Barcelona 1 : 2 Real Madrid

5 Pertandingan Terakhir Real Madrid:
28-11-2017 Real Madrid 2 : 2 Fuenlabrada
02-12-2017 Athletic Bilbao 0 : 0 Real Madrid1
06-12-2017 Real Madrid 3 : 2 Borussia Dortmund
09-12-2017 Real Madrid 5 : 0 Sevilla
13-12-2017 Al-Jazira 1 : 2 Real Madrid
16-12-2017 Real Madrid 1 : 0 Gremio

5 Pertandingan Terakhir Barcelona:
26-11-2017 Valencia 1 : 1 Barcelona
29-11-2017 Barcelona 5 : 0 Real Murcia
02-12-2017 Barcelona 2 : 2 Celta Vigo
05-12-2017 Barcelona 2 : 0 Sporting CP
10-12-2017 Villarreal 0 : 2 Barcelona
17-12-2017 Barcelona 4 : 0 Deportivo La Coruna

Profil Klub Sepakbola Atlético Lanus

Profil Klub Sepakbola Atlético Lanus Klub Atlético Lanus merupakan sebuah klub olahraga dari Argentina dari distrik Lanus Greater, negara bagian Buenos Aires. Dibentuk tanggal 3 Januari tahun 1915, olahraga utama di klub ialah sepakbola dan basket. Dalam dua olahraga ini, Lanus main di divisi top Argentina: Primera División (sepakbola) dan Liga Nacional de Básquet (basket).

Pada tahun 1854 Anacarsis Lanus sampai dari Perancis dan mendapatkan tanah dimana kota Lanus ditempatkan sekarang. Kedua lembaga dikenal dengan sebutan “Lanus” pada saat itu. Satu diantaranya ialah Lanus Athletic Club, yang mengadopsi bagian dari kompetisi 1897 Argentina Primera División walaupun klub lalu ditinggalkan turnamen. Klub lain ialah Lanus Inggris (pendahulu ketika Klub Atlético Lanus) yang berkontribusi dalam Copa de la Confederacion Argentina kepada tahun 1913 serta 1914. Klub Atlético Lanus dibentuk pada tanggal 3 Januari 1915, yang terorganisir dari merger Lanus Inggris (yang ada di situasi putus asa soal finansial) dan Club El Progreso. Miguel Usaray dibesut sebagai Preside, yang utama dalam sejarah klub Lanus. Dalam membangun klub diadakan tanggal 27 Januari 1915, dengan nama “Club Atlético Lanus” secara resmi dibangun.

Kembali ke divisi teratas, Lanus akan sebagai sensasi kejuaraan 1951, menutup leg pertama di posisi 1 bareng dengan Independiente. José Florio FW merupakan pencetak gol paling banyak dengan 21 gol, yang sudah dijual kepada klub Italia Torino tuk rekor $ 1.500.000. Klub ini lalu memakai uang tersebut tuk membangun gym. Lanus terhenti tahun 1954 – 1955. Satu tahun berselang Lanus akan hingga kinerja terbaik di Primera División hingga saat itu, mengakhiri 2.River Plate. Sebab garis luar biasa dari hadapan (yang membuat 49 gol pada 30 pertandingan) dan keterampilan atas bola, skuat yang dijuluki The Globetrotters menghormati tim basket yang tersohor. Tim menderita cedera di bagian tubuh mana saja sepanjang musim, dengan cuma Dante Lugo main di semua pertandingan. Skuad dari yang cedera ini adalah Vega; Daponte, Hector Guidi, Nazionale; Prato, Beltran; Lugo, Alfredo Rojas, Caranza, Urbano Reynoso, Moyano.

Stadion Lanus

Situs bola ini menginformasikan melalui blognya, Estadio Ciudad de Lanus atau biasa dikenaloleh orang banyak dengan sebutran “La Fortaleza” (The Fortress) merupakan salah satu stadion serbaguna di Lanus, Argentina. Sekarang digunakan khususnya tuk pertandingan sepakbola dan adalah kandang klub Atletico Lanus. Stadion mempunyai kapasitas penonton 47.027 orang dan didirikan pada tahun 1929. Saat bulan September 2010, klub memulai konstruksi terhadap atap tuk berdiri, yang di thaun sama konstruksi ini udah selesai.

Pemain Legend Lanus

  1. Juan Héctor Guidi (lahir 14 Juli 1930 – meninggal 8 Februari 1973) ialah seorang gelandang sepakbola Argentina. Ia memainkan separuh besar karirnya bersama klub Atletico Lanus dia pun membuat 37 pertandingan bagi timnas Argentina.
  2. Héctor Adolfo Enrique (26 April 1962) merupakan pemain sepakbola Argentina pensiunan serta asisten pelatih timnas Argentina. Dirinya bermain kepada La Seleccion di Piala Dunia tahun 1986 dan Copa América periode 1989. Nama panggolan El Negro dibuat oleh pers dan fans, Enrique mengawali karir bermainnya di tahun 1982 bersama 2 divisi Klub Atlético Lanus.
  3. Facundo Monteseirín (12 Maret 1995) ialah pemain sepakbola profesional Argentina yang main sebagai bek tengah kepada Lanus. Dirinya bersama Lanus memberi semua karirnya dan sebagai pemain apik didalamnya.

Prestasi Lanus

  • Primera División: 2007, 2016
  • Primera B: 1950, 1964, 1971, 1976
  • Supercopa Argentina: 2016
  • Copa CONMEBOL: 1996