5 Orang yang Tersakiti di Balik sepuluh Trofi Liga Spanyol Messi

5 Orang yang Tersakiti di Balik sepuluh Trofi Liga Spanyol Messi

Di balik keberhasilan besar Lionel Messi, terdapat beberapa orang yang tersakiti. Lionel Messi menambah panjang lis prestasinya usai FC Barcelona mengunci titel jawara Liga Spanyol 2018-2019.

Blaugrana menandaskan diri menjadi juara karena kemenangan 1-0 vs Levante di partai minggu ke-35 di Camp Nou, Sabtu (26/4). Ini jadi piala liga ke-10 untuk Messi di dalam 15 tahun bareng Barcelona.

Di balik kesukesan sang bintang sepanjang lebih dari 1 dasawarsa meramaikan kasta tertinggi Negeri Matador, terdapat bintang yang menjadi korban. Para pemain itu tertendang dari Barcelona karena kalah kualitas dari Messi.

Ya, sinar Messi sangat terang hingga tak memberi kesempatan untuk striker lainnya untuk mendapat waktu berlaga reguler.

ZLATAN IBRAHIMOVIC – Berharap menjadi mesin goal kunci kala tiba ke Barcelona pada 2009, Zlatan Ibrahimovic malah tersingkir dari tempat favoritnya.

Demi mengakomodasi Messi, dia harus berpindah tugas dari ujung tombak central jadi striker lubang.

Mantan kapten tim nasional Swedia ini murka pada juru tak-tik Pep Guardiola dan memandangnya tak adil.

“Saya memulai perjalanan di Barcelona dengan bagus. Tapi, lantas Messi mulai ngomong. Ia mau bermain di sentral, tidaklah striker yang beroperasi di sektor sayap, ” tutur Ibra di dalam buku biografinya yang berjudul I Am Zlatan.

“Formasi juga bertransformasi dari 4-3-3 jadi 4-5-1. Aku berkorban dan tak punya kebebasan lagi di gelanggang, ” tambah pengakuan sang juru gedor.

Perlakuan tidak adil Guardiola lalu mendorong Ibrahimovic untuk angkat kaki menuju AC Milan di tahun selanjutnya.

DAVID VILLA – Senasib dengan Ibrahimovic, David Villa pun kehilangan tempat kegemarannya menjadi ujung tombak central sebab direbut oleh Messi.

Mantan striker Valencia ini pindah menuju Atletico Madrid pada 2013 usai menghadirkan 8 piala ke Camp Nou.

Di tim nasional Spanyol, Villa terus diposisikan menjadi penyerang tengah.

Tempat itu membantu dia jadi pencetak goal paling banyak selama era La Furia Roja (59 gol).

THIERRY HENRY – Pada 2007, Thierry Henry tiba ke Barcelona dengan berstatus top scorer Arsenal (226 gol).

Taji mantan pemain tim nasional Prancis ini malah lenyap pasca-mendarat di Camp Nou.

Kemunduran Henry tidak lain dan tidak bukan ialah lantaran transformasi tempat.

Bila admin melihat tayangan di live streaming bola, dia diharuskan main melebar guna mengosongkan tempat untuk Samuel Eto’o dan Messi.

Setidak-tidaknya, pengorbanan Henry menghasilkan 2 titel Liga Spanyol.

Bintang yang memulai karier bareng AS Monaco ini jua terus menerus terlibat perselisihan dengan Guardiola karena sang juru tak-tik terlampau “sayang” pada Messi.

Henry harus bermain di luar tempat favoritnya sepanjang 3 tahun sebelum gabung New York Red Bull.

BOJAN KRKIC – Titisan Messi, begitu Bojan Krkic dilabeli oleh publik Spanyol.

Penampilan mengilap di La Masia mengantarkan striker berpostur 170cm ini naik kasta menuju kesebelasan senior pada 2007.

Tapi, sang pemain muda malah mendapat kesusahan usai naik pangkat.

Dia tidak bisa menggoyang dominasi Messi, Pedro, dan David Villa yang ketika ini jadi trio tumpuan sektor serang tim Catalunya.

Tidak betah selalu menjadi ban serep, Bojan memutuskan gabung AS Roma pada 2011.

NEYMAR – Neymar bikin gebrakan pada bursa transfer musim panas tahun 2017 dengan pindah dari Barcelona menuju Paris Saint-Germain.

Transfer kapten tim nasional Brasil ini menjadi heboh karena ongkos kepergiannya bisa sampai 222 juta € (Rp 3, 8 triliun), rekor paling mahal dunia.

Tidak ada yang menghancurkan rekor itu sampai saat ini.

Banyak laporan mengatakan alasan keberangkatan Neymar ialah lantaran mau menghindarkan diri dari bayang-bayang Messi.

Leave a Reply

Your email address will not be published.